25/5/26

COLORFULL


Iksan, Mei 2024

Rerintikan air mulai membasahi seragam sekolah kami. Ia memberhentikan motornya, mulai merokok sambil meneduh. “Beli cilok, kamu mau?” ucapnya.

“Kamu saja, tapi aku ikut kesana ya.” Ujarku karena tak mau ditinggal di atas motor sendirian. Aku melamun mengamati rintik hujan yang kian menderas. Tak sedikitpun mendengar celotahannya dengan tukang cilok. 

“Terobos aja lah, ga ada tanda-tanda mau terang.” Ucapnya. Aku segera mengiyakan. Kami menerjang hujan yang membasahi tubuh kami, berjalan keluar dari sebuah pasar yang aku tak tau pasti namanya.

Menyenangkan. Di sepanjang perjalanan aku berdoa supaya tidak cepat sampai ke tujuan, supaya aku tetap bisa bercerita, supaya dia bisa terus bercanda. 

“Makasih ya, Iksan.” Ucapku setelah ia mengantarku sampai ke gerbang. 

Tak pedulikan seragamku yang masih basah. Segera aku login second account ku untuk memposting foto kami kehujanan diatas motor sewaktu di perjalanan tadi. 

Natural. Tak ada lagi keraguan untuk menganggapnya teman. Iksan sudah sering mengantar jemputku dengan motornya seperti ini, kami berkeliling kota, singgah ke berbagai tempat nongkrong, kami main tak tahu waktu, Ia seperti ingin mengenalkan kota ini padaku, dan aku selalu mengiyakan ajakannya. Pernah suatu ketika aku ingin memberi dia uang untuk ganti bensin, karena aku merasa tak enak. Ia malah tertawa, “Aku juga punya uang kali.” Dia tertawa tak karuan. Lucu ya? menawarkan anak orang kaya uang bensin.

Hari sudah pagi, aku bergegas mandi, takut ayah datang menjemputku dengan keadaan tak siap, tak beres, dan tak bersih. Pasti dia akan marah. 

Ini adalah sabtu terakhirku disini, beberapa minggu ke depan adalah long weekend, libur kenaikan kelas. Aku akan naik kelas 2 SMA. Aku pernah berharap bisa sekelas dengannya, Iksan. 



Comments